Di antara hiruk pikuk percakapan di facebook, saya pernah membaca sebuah kalimat, begini: “Dalam kesulitan, kita mengenal siapa kawan.”
Ah, kalimat yang menarik. Saya jadi terpancing untuk menulis juga:
“Dalam kesulitan, kita jadi lebih tahu siapa kita.”
Tentu, itu hasil refleksi pribadi. Dalam situasi sulit, kita jadi sulit berpura-pura. Kita akan mengerahkan sisi pribadi kita sesungguhnya, dalam rangka mengatasi kesulitan.
Dan, suatu hasil refleksi pula, membuatku ingin menulis begini (mungkin lebih sebagai protes atas kalimat pertama):
“Manusia macam apa pula, yang mencari kawan, hanya ketika ia mengalami kesulitan?”